“Seketika”, band asal Semarang yang saat ini melejit sangat pesat (meroket) di kalangan band reguler Kota Semarang khsusus nya.
Semarang, 16 Desember 2025
Berawal dari perjumpaan dua mahasiswa UNDIP (Universitas Diponegoro) Aksel Gibran (drum) dan Galuh (vokal+gitar), yang keduanya memiliki hobi yang sama yaitu musik, dan kemudian Aksel Gibran dan Galuh membentuk sebuah group band yang dinamakan “Seketika” tanggal 12 Maret 2024. Setelah dirasa cocok dalam visi dan misi tentang musik, keduanya mencari outlet-outlet untuk bermain reguler.
Tidak memakan waktu yang lama, akhirnya “Seketika” pun banyak mendapat project reguler pada outlet-outlet seperti Cafe, Resto, Coffee Shop, Hotel dan lain sebagainya, khususnya yang berada di Kota Semarang untuk reguleran.
Tidak bisa dipungkiri bahwa tidak mudah membentuk sebuah group band, pasti terjadi banyak dinamika dan masalah yang terjadi serta kesibukan masing-masing yang tidak terelakan yang akhirnya membuat “Seketika” vakum.
Waktu berlalu Aksel bertemu dengan Ardiyan (Ocean Band) di sebuah event musik, Ardiyan menghubungi Aksel untuk sebuah event dan di sanalah Aksel bertemu dengan Paul.
Beberapa bulan kemudian Aksel menghubungi Paul untuk mengajak main reguler di ARD cafe dengan formasi Sera (vocal) Paul (gitar) dan Aksel (drum). Setelah berjalan 1 bulan Paul mengajak Edwin (Koji) untuk mengisi bass.

28 Maret 2025 Seketika band dihubungi oleh sebuah perusahaan di Semarang untuk mengisi acara pisah sambut, kemudian Paul juga mengajak Leo untuk mengisi vokal cowok
Setelah itu Seketika Band memantapkan personilnya yaitu :
Vokal 1 : Leo
Vokal 2 : Sera
Gitar : Paul
Bass dan sequencer : Edwin
Drum : Aksel
Karena performance dan penguasaan lagu yang selalu memuaskan para penontonnya dan selalu bisa menyesuaikan selera musik para penonton nya, saat ini Seketika banyak diminta untuk mengisi diberbagai acara seperti meeting perusahaan, wedding, birthday party, reunian, reservasi hotel, gathering dan banyak lagi.
Dengan format yang ada saat ini Seketika band merasa sudah sangat siap untuk terus melangkah kedepan dan berpartisipasi penuh akan bangkitnya musik nusantara khususnya di Kota Semarang.
“Ayo kita saling support dan saling membangun dalam bermusik, tidak ada lagi persaingan tidak sehat, saling tikung dan lain sebagainya”, kata Paul sang gitaris Seketika Band. “Dan kami sangat berharap adanya sentuhan dan perhatian dari pemerintah yang ada kepada para seniman khususnya musisi yang ada di Kota Semarang saat ini”, tambahnya.

“Seketika Band” adalah salah satu group musik dari sekian banyak nya potensi yang ada di Kota Semarang dan Semarang Raya yang bahkan sampai saat ini belum tersentuh oleh pemerintah daerah untuk mendukung perkembangan para talenta yang ada”, pungkas Redy Octave pemerhati musisi/seniman di Kota Semarang.
(Redi_Adw)