Pemerhati Pemerintah Kota Semarang mendesak PemKot Semarang melakukan penataan Kabel Fiber Optik yang terlihat Semrawut

Semarang 12/12/2025

Keindahan Kota Semarang semakin pudar atas keberadaan Kabel Fiber Optik yang semrawut, terlebih tiang / leneng berjajar tanpa memperhatikan estetika asal tancap saja.

Juga menjadi perhatian, Penyedia internet yang seakan-akan asal pasang dimana banyak kabel dan tiang yang bertumpuk-tumpuk, yang mencoreng estetika kota.

Ir. Elman Sirait, warga Banyumanik Kota Semarang, meminta, Pemkot Semarang segera bertindak menertibkan kabel-kabel yang menjuntai.
Pasalnya, kesemrawutan kabel tersebut jelas-jelas menganggu estetika kota.

Purwanto, warga Pandean Lamper, keberadaan kabel optik yang semrawut tidak estetik dan merusak keindahan Kota semarang, sebaiknya dibuatkan Underground.

Begitu juga warga Tlogosari, Robinson, keberadaan kabel optik dan pal yang berjajar tidak memberikan keindahan kota bahkan terkesan kumuh, menyarankan untuk ditanam, walau biaya tinggi bisa ditanggung bersama vendor penyedia jasa internet.

Rata-rata warga kota Semarang, menginginkan kabel optik ditata dengan rapi, seperti Papa Hoed warga Pedurungan Kidul, berharap bisa dibikin menggunakan Pipa seperti PDAM.

“Minimalnya pemerintah Kota Semarang mempertimbangkan beberapa dampak negatif dari kondisi kesemrawutan nya kabel optik beserta tiang-tiangnya yang ada saat ini, dan segera bertindak nyata, karena dampak negatifnya bukan hanya tidak terlihat rapi dan menggangu lingkungan, tetapi juga sangat berisiko menimbulkan korban jiwa seperti yang sebelumnya telah terjadi”. Pungkas Redi Andawanto salah satu aktivis Kota Semarang.

Kalau kita mengingat tahun sebelumnya seorang anggota DPRD Komisi B Kota Semarang tepat pada tanggal (18/12/2024) sudah meminta keberadaan Kabel Optik yang semrawut dibenahi, Sepertinya permintaan Aisyah Firdaus sebagai anggota DPRD tidak digubris, nyatanya sampai sekarang justru semakin semrawut.
Selain mengganggu estetika kota, kabel yang melintas jalan kebanyakan dibiarkan terurai sangat mengganggu kenyamanan masyarakat.
Ironisnya penyedia layanan internet dalam memasang kabel hanya disangkutkan pohon sehingga apabila pohon tumbang atau dipangkas maka kabel tersebut menjuntai kebawah, berbahaya bagi pengendara motor, kalau sampai tersangkut akan berakibat fatal, lalu kalau sudah terjadi peristiwa kecelakaan menjadi tanggung jawab siapa, ungkap Budi warga Padangsari Banyumanik.

Yang menjadi pertanyaan, apakah Pemerintah Kota tidak bisa mengajak vendor-vendor penyedia layanan internet? Bukankah hal tersebut bisa dicari solusi bersama, dalam rangka ikut mendukung pembangunan kota yang bersih, indah dan estetik.

Sudah saatnya Pemerintah Kota mengeluarkan kebijakan tentang keberadaan Kabel Optik yang dipasang oleh para vendor, tidak asal pasang bila perlu Pemkot menjalin kerjasama dalam rangka untuk menciptakan ketertiban dan keteraturan dalam pemasangan kabel optik.

Untuk mengatasi masalah kabel optik yang semrawut di pemerintah kota Semarang, ada beberapa solusi yang dapat dilakukan:

1. Penggunaan Tiang Kabel Optik

Menggunakan tiang kabel optik yang dirancang khusus untuk menyangga kabel optik, sehingga kabel dapat diatur dengan rapi dan tidak mengganggu lingkungan sekitar.

2. Penggunaan Ducting

Menggunakan ducting atau saluran kabel yang dapat menyembunyikan kabel optik, sehingga tidak terlihat dan tidak mengganggu lingkungan sekitar.

3. Penggunaan Kabel Optik Bawah Tanah

Mengganti kabel optik yang ada di atas tanah dengan kabel optik bawah tanah, sehingga tidak ada kabel yang terlihat dan tidak mengganggu lingkungan sekitar.

4. Pengaturan Kabel yang rapi

Setiap Vendor wajib mengatur kabel optik yang ada dengan rapi dan teratur, sehingga tidak terlihat semrawut dan tidak mengganggu lingkungan sekitar.

5. Penggunaan Teknologi Aerial Fiber Optik

Menggunakan teknologi aerial fiber optik yang dapat menyangga kabel optik di udara, sehingga tidak ada kabel yang terlihat dan tidak mengganggu lingkungan sekitar.

Dengan menggunakan salah satu solusi-solusi di atas, maka masalah kabel optik yang semrawut di Kota Semarang dapat diatasi dan lingkungan sekitar dapat menjadi lebih rapi, indah dan estetik.

(Budi.S/red.)

Bagikan: