Karang Taruna RW 04 Padangsari – Banyumanik Kota Semarang menyelenggarakan Workshop Minat dan Bakat

Semarang, (29/12/2025)

Karang Taruna (The Kartar) RW 04 Kelurahan Padangsari, Banyumanik – Kota Semarang, menyelenggarakan Workshop Minat dan Bakat, 28 Desember 2025, bertempat di Balai RT 03 RW 04 Kelurahan Padangsari.

Workshop dibuka oleh Lurah Padangsari, Sri Agustina Wulandari, S.E., mengatakan bahwa workshop ini akan sangat bermanfaat bagi remaja, khususnya remaja di wilayah RW 04, semoga dalam kesempatan iniremaja lebih dini bisa mengenali diri akan minat dan bakatnya.

Nur Hidayat, Ketua RW 04 juga selaku pembina Karang Taruna melaporkan bahwa workshop ini diikuti oleh 20 remaja dari RT 01 sampai dengan RT 09.

“Maksud dan tujuan diadakan workshop ini adalah untuk membuka wawasan remaja di lingkungan RW 04 lebih dini, masing-masing individu mampu melihat potensi diri tentang minat dan bakatnya”, jelas Nur Hidayat.

Adapun acara Workshop Minat dan Bakat ini dipandu oleh Abdul Kholiq, S.Pd., pimpinan Sekolah Karakter Imam Syafi’i.

Pemateri

Adalah Abdul Kholiq, S.Pd., sebagai Pimpinan Sekolah Karakter Imam Syafi’i Semarang.
Juga seorang guru yang telah menyelesaikan buku ke- 6 nya dan menciptakan metode penelusuran bakat yang karyanya telah dipatenkan, juga digunakan di Perguruan Tinggi Jurusan Psikologi dan 170 sekolah di seluruh Indonesia.

Paparan

Bahwa Bakat, harus memiliki tiga komponen yaitu Bisa, Baik dan Menghasilkan.

Masing-masing orang diberikan gift oleh Tuhan Yang Maha Esa dengan adil, lemah disatu sisi, namun kuat disisi yang lain. Sehingga, tidak layak umtuk dibandingkan satu dengan yang lain.
Peluang hari ini membuka peluang dimasa depan”, kata Abdul Kholiq.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa bakat seharusnya bisa menciptakan peluang maka tidak perlu dicari. Maka pentingnya wawasan agar bisa memisahkan antara bakat dan hobi pada dasarnya tidak sama.

“Pentingnya pengenalan ego yang merupakan proses psikologis dimana individu membangun pemahaman tentang dirinya sendiri sebagai entitas yang terpisah, menyeimbangkan naluri (id) dengan realitas dan moral (superego), membentuk identitas diri, serta mengembangkan kemampuan mengambil keputusan rasional, yang bisa menjadi sehat (seimbang) atau tidak sehat (terlalu tinggi/egois). Ini adalah bagian penting dari perkembangan mental yang melibatkan kesadaran, perasaan, pikiran dan ingatan yang didasari untuk membentuk rasa ‘aku’. Oleh karena itu tidak ada kata terlambat mengenali bakat, tidak perlu memutar/mengulang, hanya cukup menyediakan waktu untuk mengasah bakat”, pungkas Abdul Kholiq.

Respon Peserta

“Tergambar dalam raud wajah yang sangat ceria dan penuh antusias, dari awal sampai akhir mengikuti dengan penuh semangat. Apalagi antusiasme peserta dan pemerhati yang seolah tidak puas dengan jawaban dalam waktu yang sangat singkat, sehingga merasa kurang dan berharap untuk dilakukan workshop lanjutan, kata Lisca salah satu peserta.

(Red/Budi Semawis)

Bagikan: