Era digitalisasi ini sangat besar pengaruhnya bagi pendidikan anak di Indonesia. Begitu banyak dampak negatif yang dapat terjadi bahkan sudah terjadi pada anak-anak kita.
Dampak Negatif :
1. Ketergantungan pada produk-produk digitalisasi yang dapat mengurangi fokus anak dalam belajar
2. Resiko terpapar konten negatif seperti pornografi, kekerasan dan ujaran kebencian yang dapat merusak moral
3. Menimbulkan individualisme, lunturnya rasa kebersamaan dikarenakan asyik sendiri dengan gadget nya, serta potensi cyberbullying dan sebagainya
Dan masih banyak lagi dampak negatif lainnya bagi anak-anak.
Upaya dalam mengurangi dan mencegah dampak negatif tersebut, SD Bala Keselamatan Semarang membuat program Peduli Peningkatan Seni dan Budaya yang salah satu tujuan nya adalah mengembalikan tingkat kepedulian anak-anak terhadap kesenian dan kebudayaan Indonesia, serta mengembalikan moral anak seperti seharusnya.

Deni, S.Th guru agama yang juga guru seni di SD Bala Keselamatan mengatakan bahwa anak-anak harus ditambahkan kegiatan nya baik di lingkungan rumah maupun di lingkungan sekolah untuk mengurangi waktunya dalam bermain gadget.
“Pengaruh gagdet saat ini sangat besar bagi perkembangan Pendidikan dan Moral anak, oleh karena itu untuk mengurangi dan mencegah pengaruh negatif nya maka para orangtua harus bisa membatasi anak dalam bermain gadget, begitu juga kami guru-guru di sekolah sangat berperan penting dalam perkembangan pendidikan dan moral anak, makanya saat ini kami mencoba kembali menggalakan kepedulian anak terhadap seni dan budaya nusantara”, pungkas Deni.
SD Bala Keselamatan menjadi salah satu sekolah yang berada di Kota Semarang yang terus berupaya untuk menjadikan anak-anak yang berpendidikan dan bermoral baik lewat kegiatan-kegiatan positif bagi semua murid.
Sekolah Dasar yang beralamat di Jl. Dr. Cipto No. 64B tepat di sebelah Polsek Semarang Timur itu berkomitmen untuk menjadi salah satu sekolah di kota Semarang yang akan mengembalikan etika dan moral anak kembali kepada seharusnya.
(Redi)