Octave Band Asal Tangerang Tembus Tangga Lagu Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam

Dari kiri - Ade Octave (vocal), Irvan (Gitar 1), Bimo (Gitar 2), Echal (Keyboard), Fajar (Drum) dan Redy Octave (Bass).
Kiri -> Ade Octave (Vocal), Irvan (gitar 1), Bimo (Gitar 2), Echal (Keyboard), Fajar (Drum) dan Redy Octave (Bass)

Octave Band, grup musik pop asal Tangerang- Banten, berhasil mencuri perhatian penikmat musik di luar negeri, khususnya di Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam. Band yang dibentuk pada 2010 ini tengah mempromosikan single berjudul ‘Bebz’ dan sukses menembus tangga lagu internasional.

Lagu Bebz bahkan berhasil meraih peringkat pertama di Top 10 Carta Hits Dunia Muzik FM Malaysia pada 11 Agustus 2025. Di Malaysia, lagu ini diputar di 32 stasiun radio, termasuk KLFM Kuala Lumpur FM dan Dunia Muzik FM. Sementara di Brunei, ‘Bebz’ kerap terdengar di Pelangi FM, dan juga beberapa Radio di Singapura, lagu ini juga mendapat ruang di berbagai saluran radio. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa karya musisi Indonesia masih memiliki daya saing tinggi di kancah musik Asia.

Octave Band saat ini beranggotakan Ade Octave (vokal), Redy Octave (bass), Irvan (gitar 1), Bimo (gitar 2), Fajar (drum), dan Echal (keyboard). Meski mengalami beberapa kali pergantian personel sejak awal terbentuk, band ini tetap solid berkat semangat dan kepemimpinan Ade Octave. Mereka juga memiliki komunitas penggemar, yang dikenal sebagai Octavers. Yang tersebar tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Hongkong, Malaysia, dan negara Asia lainnya.

Di tengah pasar musik Indonesia yang dinilai belum memiliki arah jelas, Octave Band memilih untuk fokus memperluas jangkauan promosi ke luar negeri. Promosi lagu-lagu mereka, diatur langsung oleh tim internal yang digawangi oleh Ady Bungsu. Langkah strategis ini terbukti berhasil membuka pintu pasar baru bagi karya-karya mereka.

“Band ini tetap dapat berjalan di tengah tantangan industri musik Indonesia karena kesolidan dan semangat tanpa batas dari para personil”, ungkap Redy, bassis Octave yang juga pelopor dari Wadah Apresiasi Seniman (WApreS) di Semarang.

Ia berharap para musisi mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah Indonesia, agar musik Indonesia dapat kembali bangkit sehingga kesejahteraan para musisi dapat tercapai.

Selain memproduksi karya dalam musik, Octave Band juga aktif menerima tawaran main diberbagai acara. Mulai dari event perusahaan, instansi pemerintah hingga pernikahan. Dengan strategi promosi yang konsisten, dan basis penggemar yang terus berkembang, Octave Band optimis dapat memperluas kiprahnya di industri musik internasional.

(Redi)

 

Bagikan: